Petualangan kali
ini terjadi atas ajakan om saya yang bernama om andri. Om Andri dan teman-teman
kantor ny berencana touring ke Leles untuk memancing di rumah salah satu
temanny yang bernama pa Nanang.
Jam dinding menunjukan
pukul 5.30 seiring dengan terbitnya sang fajar, udara pagi yang dingin tidak
menyurutkan langkah untuk mengeluarkan kuda tunggangan dari kandangnya. Sarung
tangan on, jaket on, masker on, helm on, ta menunggu waku lama segera saya
melaju membelah angin dini hari.
Pukul 06.00 di
Jatinangor, menu sarapan kali ini nasi kuning plus gorengan. Setelah beberapa
lama ngobrol hahahehe bersama sanak saudara, pukul 06.50 saya dan om andri
menaiki tunggangan masing-masing untuk menuju IPDN tempat dimana semua rider
berkumpul.
Tepat pukul 07.00
tiba di IPDN namun belum terliha satu pun rider yang sudah tiba. Sambll
menunggu rider yang lain datang, waktu jeda ini kami manfaatkan untuk bernarsis
ria. Suasana pagi yeng cerah, jalanan yang lenggang, angin yang semilir serta
canda tawa lumayan mengurangi kadar kebosanan dalamm penantian. “Jam Karet”,
sudah sekian akut kah membudaya di masyarakat, sehinnga kita sudah menganggap
nya hal biasa. Akhirnya setelah 2 jam dalam penantian, semua rider sudah tiba
dan kita pun bersiap berangkat.
Tiba di Leles
pukul kurang lebih pukul 11.12, waktu tempuh yang cukup lama ini dikarenakan
kabel gas salah satu rider putus di cicalengka dan sempet salah jalan, sehingga
lumayan menghabiskan waktu. Leles adalah daerah di garut yang mempuyai
pemandangan yang tak kalah indah. Banyaknya kolam ikan mungkin bagi yang hobi
memancing Leles menjadi destinasi yang tepat untuk menghbiskan liburan akhir
pekan.
Berhubung saya
tidak hobi memancing, alhasil saya hanya menonton orang yang mancing dan
menikmati alam Leles saja. Tidak habis pikir apa nikmatnya duduk berlama-lama
menunggu sampai umpan kita dimakan ikan. Namun bagaimanapun juga masing-masing
hobi ada kenikmatan tersendiri yang hanya bisa dirasakan oleh tiap individu.
Pukul 12.00 makan
siang dah siap, perut yang sudah sejak dari tadi kelaparan tak kuasa hati ini
menunda-munda untuk segera menikmati hidangan yang tersaji. Menu makan siang
kali ini sangat komplit nasi timbel, ayam goreng, ikan goreng, asin peda, dan
yang tak pernah absen jengkol,, yup,, jengkol, makanan bulat yang sedikit
beraroma tidak sedap ini cukup membuat nafsu makan semakin membesar, mak nyuss.
Menunggu mungkin
sudah menjadi hal biasa dalam perjalanan kali ini, sekarang kami menunggu
teman-teman yang lain selesai memancing. Sekali lagi, tawa canda menjadi obat
yang sangat ampuh untuk mengatasi rasa bosan, apalgi sambil menikmati kue
burayut. Burayut adalah kue camilan khas Leles yang terbuat dari tepung beras.
Kalo dilihat dari tekstur dan bahan baku yang dipakai dalam pembuatan kue
burayut, kue ini sama dengan kue ali
agrem, hanya bentuk nya saja yang berbeda.
Pukul 15.10,
setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada pak Nanang selaku tuan
rumah atas jamuan yang luar biasa ini, kamipun bersiap untk pulang ke rumah
masing-masing. Perjalanan pulang kita sudah tidak memacu tunggangan secara
beriringa, dikarenakan perbedaan tujuan pulang masing-masing rider. Tiba di
lingkar Nagreg saya dan omAndri berhenti sejenak untuk mengabadikan pemandangan
dan konstruksi bangunan yang sangat eksotis. Setelah satu,,dua,, jepret foto,
kami pun elanjutkan perjalanan. Hijaunya kelapa muda cukup menggoda kami untuk
sekedar singgah sebentar menikmati manisny air kelapa mengalir di sela-sela
tenggorokan sebagai penawar dahaga.
Pukul 16.52 tiba
di Jatinangor dengan selamat tak kurang apapun, Alhamdulillah. Destinasi yang
eksotik dengan para rider yang sangat nyentrik sehingga membuat perjalanan ini
sangat menarik.Tak lupa diucapkan terima kasih kepada Om Andri atas ajakannya,
Pa Nanang atas jamuannya dan teman-teman om andri semua yang sudah menerima
saya dalam rombongan. Namun sayang saya melewatkan berkunjung ke lokasi wisata
situ cangkuang yang terdapat candi cangkuang.
Sekapur Sirih :
1.
Jarak tempuh :
56,8KM
2.
Waktu tempuh :
± 2 Jam 12 Menit
3.
Secara garis besar kondisi jalan
Bandung-Leles mulus lancar.
4.
Biaya yang dikeluarkan
a.
Bensin : diisi
Rp. 20.000,- masih sisa
b.
Nasi kuning : Gratis
(Dibayarin Om Andri)
c.
Makan Siang : Gratis (Dijamu
oleh Pa Nanang)
d.
Es Kelapa : Gratis
(Dibayarin Om Andri)
Petualangan kali ini hanya menghabiskan dana Rp. 20.000,-
Alhamdulillah,, :D
5.
Tips : kalo berkunjung ke Leles
jangan lupa bawa kail ikan.








