Jumat, 27 September 2013

TOUR DE LELES 21 SEPTEMBER 2013



Petualangan kali ini terjadi atas ajakan om saya yang bernama om andri. Om Andri dan teman-teman kantor ny berencana touring ke Leles untuk memancing di rumah salah satu temanny yang bernama pa Nanang.  
Jam dinding menunjukan pukul 5.30 seiring dengan terbitnya sang fajar, udara pagi yang dingin tidak menyurutkan langkah untuk mengeluarkan kuda tunggangan dari kandangnya. Sarung tangan on, jaket on, masker on, helm on, ta menunggu waku lama segera saya melaju membelah angin dini hari.
Pukul 06.00 di Jatinangor, menu sarapan kali ini nasi kuning plus gorengan. Setelah beberapa lama ngobrol hahahehe bersama sanak saudara, pukul 06.50 saya dan om andri menaiki tunggangan masing-masing untuk menuju IPDN tempat dimana semua rider berkumpul.
Tepat pukul 07.00 tiba di IPDN namun belum terliha satu pun rider yang sudah tiba. Sambll menunggu rider yang lain datang, waktu jeda ini kami manfaatkan untuk bernarsis ria. Suasana pagi yeng cerah, jalanan yang lenggang, angin yang semilir serta canda tawa lumayan mengurangi kadar kebosanan dalamm penantian. “Jam Karet”, sudah sekian akut kah membudaya di masyarakat, sehinnga kita sudah menganggap nya hal biasa. Akhirnya setelah 2 jam dalam penantian, semua rider sudah tiba dan kita pun bersiap berangkat.



Tiba di Leles pukul kurang lebih pukul 11.12, waktu tempuh yang cukup lama ini dikarenakan kabel gas salah satu rider putus di cicalengka dan sempet salah jalan, sehingga lumayan menghabiskan waktu. Leles adalah daerah di garut yang mempuyai pemandangan yang tak kalah indah. Banyaknya kolam ikan mungkin bagi yang hobi memancing Leles menjadi destinasi yang tepat untuk menghbiskan liburan akhir pekan.





Berhubung saya tidak hobi memancing, alhasil saya hanya menonton orang yang mancing dan menikmati alam Leles saja. Tidak habis pikir apa nikmatnya duduk berlama-lama menunggu sampai umpan kita dimakan ikan. Namun bagaimanapun juga masing-masing hobi ada kenikmatan tersendiri yang hanya bisa dirasakan oleh tiap individu.
Pukul 12.00 makan siang dah siap, perut yang sudah sejak dari tadi kelaparan tak kuasa hati ini menunda-munda untuk segera menikmati hidangan yang tersaji. Menu makan siang kali ini sangat komplit nasi timbel, ayam goreng, ikan goreng, asin peda, dan yang tak pernah absen jengkol,, yup,, jengkol, makanan bulat yang sedikit beraroma tidak sedap ini cukup membuat nafsu makan semakin membesar, mak nyuss.
Menunggu mungkin sudah menjadi hal biasa dalam perjalanan kali ini, sekarang kami menunggu teman-teman yang lain selesai memancing. Sekali lagi, tawa canda menjadi obat yang sangat ampuh untuk mengatasi rasa bosan, apalgi sambil menikmati kue burayut. Burayut adalah kue camilan khas Leles yang terbuat dari tepung beras. Kalo dilihat dari tekstur dan bahan baku yang dipakai dalam pembuatan kue burayut, kue ini sama  dengan kue ali agrem, hanya bentuk nya saja yang berbeda.

Pukul 15.10, setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada pak Nanang selaku tuan rumah atas jamuan yang luar biasa ini, kamipun bersiap untk pulang ke rumah masing-masing. Perjalanan pulang kita sudah tidak memacu tunggangan secara beriringa, dikarenakan perbedaan tujuan pulang masing-masing rider. Tiba di lingkar Nagreg saya dan omAndri berhenti sejenak untuk mengabadikan pemandangan dan konstruksi bangunan yang sangat eksotis. Setelah satu,,dua,, jepret foto, kami pun elanjutkan perjalanan. Hijaunya kelapa muda cukup menggoda kami untuk sekedar singgah sebentar menikmati manisny air kelapa mengalir di sela-sela tenggorokan sebagai penawar dahaga.

Pukul 16.52 tiba di Jatinangor dengan selamat tak kurang apapun, Alhamdulillah. Destinasi yang eksotik dengan para rider yang sangat nyentrik sehingga membuat perjalanan ini sangat menarik.Tak lupa diucapkan terima kasih kepada Om Andri atas ajakannya, Pa Nanang atas jamuannya dan teman-teman om andri semua yang sudah menerima saya dalam rombongan. Namun sayang saya melewatkan berkunjung ke lokasi wisata situ cangkuang yang terdapat candi cangkuang.



Sekapur Sirih :
1.       Jarak tempuh               : 56,8KM
2.       Waktu tempuh             : ± 2 Jam 12 Menit
3.       Secara garis besar kondisi jalan Bandung-Leles mulus lancar.
4.       Biaya yang dikeluarkan
a.    Bensin                   :     diisi Rp. 20.000,- masih sisa
b.    Nasi kuning           :     Gratis (Dibayarin Om Andri)
c.     Makan Siang        :     Gratis (Dijamu oleh Pa Nanang)
d.    Es Kelapa            :     Gratis (Dibayarin Om Andri)
Petualangan kali ini hanya menghabiskan dana Rp. 20.000,- Alhamdulillah,, :D
5.       Tips : kalo berkunjung ke Leles jangan lupa bawa kail ikan.